Foto: AP.
COPIAPO - Proses penyelamatan 33 penambang yang terjebak di lubang bawah tanah penambangan San Jose di utara Cile memiliki banyak unsur yang bisa dijadikan cerita memukau.
Salah satunya adalah tentang sebuah kamera yang diletakkan di dasar lubang tempat evakuasi para penambang. Kamera inilah yang berhasil membawa gambar yang menyajikan akhir dari perjuangan dramatis para penambang.
Siaran langsung kamera ini menghadirkan proses pengangkatan para penambang satu persatu ke permukaan yang memesona seluruh dunia. Orang yang tadinya tidak memiliki hubungan dengan para penambang, setelah melihat tayangan itu akhirnya ikut meneteskan air mata haru.Mereka juga ikut merayakan “kebebasan” para penambang layaknya anggota keluarga mereka. Kisah tentang proses evakuasi itu memang bukan yang terbaru.
Namun, menurut Senior di Fakultas Penyiaran dan Media Online Poynter Institute,sekolah jurnalistik untuk profesional di St.Petersburg, Florida, Al Tompkins, cerita evakuasi ini boleh jadi menjadi kisah penyelamatan pertama dari lubang bawah tanah.
Terlebih lagi dari kamera ini, lanjut dia, dapat dilihat proses penyelamatan yang disiarkan secara langsung dan sangat dramatis.Terutama ketika kapsul Phoenix buatan para teknisi tim penyelamat diturunkan ke lubang bawah tanah dan mulai mengangkut para penambang satu persatu. Menurut Thompkins, pemerintah Cile membuktikan jika mereka sangat memahami apa yang diharapkan pihak media massa.
Untungnya lagi, para pejabat negara itu banyak yang berasal dari kalangan teknisi. Sehingga, mereka pun punya ide untuk memasang kamera video yang membuat semua orang bisa melihat apa yang sesungguhnya terjadi di bawah tanah. Hal inilah yang dinilai tidak ada pada kisah dramatis lainnya,seperti kisah penyelamatan bayi bernama Jessica yang jatuh ke dalam sumur di Midland,Texas,pada 1987.
“Saya sangat kagum dengan penggunaan teknologi dalam proses penyelamatan.Tapi, saya lebih kagum dengan teknologi yang dipasang di bawah tanah yang membuat saya bisa melihat kejadian yang sebetulnya terjadi di sana,” urai Tompkins.
Awalnya, Pemerintah Cile, yang menyediakan rekaman proses evakuasi, tidak memberi tahu pihak media massa jika nantinya masyarakat seluruh dunia dapat melihat gambar-gambar langsung dari penambangan itu. Alhasil, momen penyelamatan itu pun membuat pembawa berita kehabisan kata-kata selama beberapa detik.
“Wow. Lihatlah ini.Ini sebenarnya dari dalam tanah, siaran langsung dari kapsul yang mulai masuk ke dalam lubang bawah tanah saat pertama kali. Luar biasa.Momen yang sangat luar biasa.Jika gambar ini tidak membuat Anda ngeri, saya tidak yakin apakah ada gambar lain yang bisa memuat Anda merasa ngeri,” ujar reporter CNN Anderson Cooper dengan takjub.
Dari peran kamera yang memberikan siaran langsung dari lubang bawah tanah ini,beberapa televisi pun langsung menampilkan gambar-gambar kejadian penting lainnya sebagai pembanding proses evakuasi yang berlangsung. Seperti kisah orang yang pertama kali berjalan di bulan atau saat peluncuran rudal selama Perang Teluk pertama. Sementara itu, dosen jurnalistik di Universitas Texas, Rosental Alves, mengatakan, proses penyiaran secara langsung penyelamatan para penambang merupakan hal klasik bagi sarjana komunikasi, yakni tentang ilmu jurnalistik yang bisa membingkai sebuah kejadian dengan apik dan menyentuh orang banyak.
“Biar bagaimanapun, otoritas Cile memahami bagaimana membuat proses evakuasi ini terlihat emosional dan menarik.
Saya pikir sangatlah penting jika Presiden tidak hanya melek media tapi juga memiliki kekuatan di media,dan dia dikelilingi orang-orang yang juga memiliki pikiran yang sama,” paparnya.
Banyak orang yang beranggapan jika jasa kamera yang bisa menghadirkan proses evakuasi sebagai hal yang terbaik.Kendati demikian, tak semua orang senang dengan pemasangan kamera tersebut. Mereka menilai,siaran langsung ini terlalu berlebihan dan terkesan mengeksploitasi para penambang. (CNN/susi/sindo)(//rhs)