- Polisi Yunani berhasil menggagalkan rencana pengeboman menggunakan parsel yang dialamatkan kepada Presiden Prancis Nicolas Sarkozy.
Rencana ini terkuak setelah paket lain yang juga berisi bom meledak di sebuah kantor kurir di Athena, Yunani.
Polisi mencurigai paket tersebut terkait dengan kelompok gerilyawan sayap kiri Yunani. Sementara paket yang sempat meledak diketahui ditujukan untuk Kedutaan Meksiko di Athena. Sesaat setelah ledakan, polisi menangkap dua orang dan menjinakkan dua paket bom yang mereka bawa.
"Salah satu bahan peledak yang dibawa oleh para tersangka, ditujukan kepada Presiden Prancis Nicolas Sarkozy," ujar juru bicara Kepolisian Yunani Thanassis Kokkalakis seperti dikutip Reuters, Selasa (2/11/2010).
"Tidak jelas apa motif dari upaya serangan bom ini," lanjut Kokkalakis.
Namun polisi memperkirakan daya ledakan dari bom ini masih terlalu kecil untuk dapat membunuh seseorang.
Ancaman bom di Yunani bukan peristiwa baru. Pada Juni lalu sebuah paket dikirimkan ke kantor Kementerian Kepolisian Yunani. Insiden tersebut menewaskan seorang ajudan menteri.
Sementara pihak Kedutaan Belanda di Athena juga melaporkan adanya ancaman bom yang sama. Namun pihak kedutaan menolak memberi tahu jenis peledak ataupun alasan mengapa kedutaan mereka menjadi incaran.