WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengungkapkan harapan perdamaian di Timur Tengah, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
Lewat sebuah perjanjian, Israel akan menerima ganti rugi politik dan militer dari AS setelah negara Yahudi itu mengeluarkan aturan moratorium selama 90 hari terhadap pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
Tetapi, meskipun Israel menyetujui untuk melanjutkan kembali negosiasi damai, pihak Palestina sendiri masih belum memastikan akan kembali ke meja perundingan. Hal ini disebabkan pihak Palestina menginginkan Israel menghentikan pembangunan pemukiman di wilayah Yerusalem Timur.
Perjanjian penghentian pembangunan ini sendiri masih terus digodok oleh Pemerintah Israel dengan AS. Namun PM Netanyahu memastikan akan membawa perjanjan ini ke Kabinet Israel.
"Saya kira kesepakatan ini (moratorium) amat menjanjikan, kami terus melakukan kontak dengan pihak Israel dan Palestina agar kesepakatan baru ini dapat membuka kesempatan untuk melakukan negosiasi lanjutan secepat mungkin," ungkap Presiden AS Barack Obama seperti dikutip AFP, Senin (15/11/2010).
Obama berharap agar Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan PM Netanyahu dapat memulai negosiasi damai lanjutan secepat mungkin.
(faj)