Getting Time...

Wikileak: Raja Saudi Perintahkan AS Serang Iran

Hermanto
Senin, 29 November 2010 11:34 wib
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad saat melakukan kunjungan di fasilitas nuklir di Natanz (Foto: AFP)
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad saat melakukan kunjungan di fasilitas nuklir di Natanz (Foto: AFP)
PARIS - Raja Arab Saudi, Abdullah meminta Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Iran untuk menghancurkan program nuklirnya, demikian isi dokumen yang dirilis Wikileaks Minggu kemarin.

Menurut bocornya data, Raja Abdullah bin Abd Al-Aziz melakukan panggilan pada April 2008 dengan duta besar AS di Irak Ryan Crocker dan Jenderal AS David Petraeus.

"Dia mengatakan untuk memotong kepala ular," ujar duta besar Arab Saudi di Washington, Adel al-Jubeir, demikian memo dari Departemen Negara.

"Raja, Menteri Luar Negeri, Pangeran Muqrin, dan Pangeran Nayif setuju bahwa Kerajaan perlu bekerjasama dengan AS untuk menentang dan menggulingkan pengaruh Iran dan subversinya di Irak," lanjut memo tersebut seperti dilansir AFP, Senin (29/11/2010).

Bocornya memo tersebut dapat membuat malu pemerintahan Arab Saudi, yang saat ini khawatir akan adanya dugaan ambisi senjata nuklir Iran. Arab Saudi sendiri hingga saat ini tidak terang-terangan meminta bantuan negara Barat untuk mengambil aksi terhadap negara tetangganya tersebut.

Atas bocornya dokumen ini, penasihat pemerintahan Saudi mengatakan bahwa hal ini adalah sangat negatif. Tidak baik untuk membangun kepercayaan diri.

"Riyadh sebelumnya sudah diperingatkan oleh Washington akan bocornya dokumen tersebut, tetapi mereka masih belum tahu apa yang akan terjadi," ujar penasihat yang tidak mau menyebutkan namanya.(rhs)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit