Negosiator senior Iran, Saeed Jalili, kanan, saat memeberikan keterangan kepada media di Teheran, Iran. (Foto: AP)
TEHERAN - Iran pada Minggu 5 Desember kemarin mengklaim bahwa mereka telah menggunakan uranium untuk memproduksi bahan bakar nuklir, sekaligus menangkal tudingan bahwa negara tersebut membuat senjata nuklir.
Teheran mengeluarkan klaim tersebut sebelum berlangsung pertermuan beberapa negara, yang ditujukan untuk membicarakan keinginan dunia barat guna mengendalikan pengayaan uranium Iran.
Negara barat selama ini memang takut bila Iran dapat menguasai proses pengayaan uranium, yang dapat merubah energi nuklir menjadi sebuah senjata.
Kepala Badan Nuklir Ali Akbar Salehi mengatakan, "Iran untuk pertama kalinya mengirimkan uranium mentahnya pada fasilitas pemprosesan, memungkinkan Iran untuk menghapuskan sanksi yang diberikan PBB yang melarang mengimpor uraniumnya".
Lebih lanjut Salehi menambahkan konsentrasi biji uranium, yang dikenal yellowcake, diproduksi di tambang uranium Gachin di selatan Iran dan dikirimkan ke fasilitas pengolahan uranium di pusat kota Ishafan untuk diproses. Demikian lansir Associated Press, Senin (6/12/2010).
Menurut Salehi pengiriman tersebut merupakan bukti bahwa pemboman misterius minggu lalu yang menargetkan dua ilmuwan nuklir Iran tidak akan menghentikan perkembangan negara tersebut.
Dalam kejadian tersebut satu ilmuwan Iran tewas sedang satu lainnya terluka parah.
(rhs)