Foto: Grace Mugabe mendampingi suaminya, Robert Mugabe. (Reuters)
HARARE - Ibu Negara Zimbabwe Grace Mugabe menggugat surat kabar di negerinya dengan tuduhan pencemaran nama baik. Koran tersebut menyebut Grace telah mendulang keuntungan yang sangat besar dari sejumlah tambang berlian di Zimbabwe. Mingguan di Zimbabwe ini mengklaim mereka mendapatkan informasi tersebut dari kawat diplomatik rahasia yang dibocorkan situs WikiLeaks.
Istri Presiden Zimbabwe ini ingin harian Standard membayar sebesar $15 atau sekira Rp136 miliar sebagai ganti rugi. Daerah Marange di bagian timur Zimbabwe memang disebut-sebut sebagai salah satu lokasi terkaya di dunia.
Para pimpinan militer dan pihak koalisi Presiden Robert Mugabe diduga telah mengambil banyak keuntungan dari hasil penjualan berlian yang digali dari tempat tersebut.The Standard mengatakan klaim tersebut berasal dari kawat diplomatik rahasia milik AS yang dibocorkan oleh situs WikiLeaks.
"Ada sekelompok pejabat tinggi di Zimbabwe yang telah mengeruk keuntungan besar dari pertambangan berlian di tambang Chiadzwa," ujar seorang kepala perusahaan pertambangan asal Inggris Andrew Cranswick. Pernyataan Cranswick tersebut dikutip oleh seorang Duta Besar Amerika Serikat (AS) James McGee dalam salah satu kawat yang dibocorkan.
Kawat tersebut menyebut nama-nama seperti Grace Mugabe dan Gubernur Bank Sentral Gideon Gono, di antara nama-nama para pejabat militer dan pejabat partai penguasa Zanu-PF.
Pengacara Grace Mugabe mengatakan laporan tersebut palsu, memalukan dan sungguh jahat.
"Tuduhan semacam itu terhdap seseorang yang memiliki posisi terhormat, seperti ibu Negara, telah melemahkan respek dari orang-orang terpelajar kepadanya," ujar pihak pengadilan seperti dikutip oleh BBC, Jumat (17/12/2010).(fmh)