Getting Time...

AS-Israel Tanam Virus di Program Nuklir Iran?

Hermanto
Senin, 17 Januari 2011 15:07 wib
Foto: Telegraph
Foto: Telegraph
TEHERAN - Pemerintah Rusia memberikan peringatan akan terjadinya bencana Chernobyl terbaru di reaktor nuklir Iran karena kerusakan yang disebabkan oleh virus Stuxnet.

Ilmuwan nuklir Rusia memberikan bantuan teknis kepada Iran yang mencoba mengaktifkan pembangkit tenaga nuklir pertama di Iran.

Tapi mereka memberikan perhatian serius mengenai dampak kerusakan sistem komputer oleh virus Stuxnet yang misterius, yang ditemukan akhir tahun lalu dan diyakini hasil dari serangan cyber AS-Israel.

Menurut intelijen Barat, Ilmuwan Rusia memperingatkan Kremlin bahwa mereka akan menghadapi "Chernobyl kedua" jika mereka tetap harus mengikuti jadwal Iran untuk mengaktifkan kompleks tersebut pada musim panas ini. Demikian lansir Telegraph, Senin (17/1/2011).

Pemerintah Iran tidak ingin ada penundaan karena masalah harga diri negara pada proyek yang hampir satu dekade ini tertunda. Sementara intelijen Barat meyakini bahwa program nuklir Iran ditujukan untuk memproduksi senjata nuklir, Iran membantah tudingan tersebut dengan mengatakan bahwa program ini ditujukan untuk pembangkit.

New York Times melaporkan bahwa virus Stuxnet merupakan pengembangan dari proyek kerja sama antara intelijen AS dan Israel yang terletak di lokasi rahasia Israel di gurun Negev.

Virus tersebut dikembangkan di Dimona, lokasi rahasia Israel, selama dua tahun terakhir sebelum ditanamkan di program nuklir Iran, sebuah operasi yang kini dianggap sebagai serangan cyber yang paling sukses.(rhs)
  • johan hrp » 0 Tanggapan
    negara iran teruslah maju, dan jadikan alqur,an sbg imam untuk mengembangkn teknologi,insya allah iran akan berhasil.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • eggy » 0 Tanggapan
    lahhhh............................................bring in america bae llllllllllllllllllllll
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit