BEIRUT - Pihak keamanan di Lebanon terus memperketat keamanan di negara tersebut. Ini dilakukan setelah seorang pejabat melakukan "Hari Kemarahan" yang ditujukan untuk memprotes Hesbullah yang menguasai Pemerintahan di Lebanon.
Hezbullah yang selama ini dikenal sebagai sekutu Iran, dipastikan memegang penuh kekuasaan di Pemerintahan Lebanon berikutnya. Kondisi ini sontak memicu protes warga yang enggan diperintah oleh Hezbullah, demikian dilansir Associated Press, Selasa (25/1/2011).
Selain rakyat, Amerika Serikat (AS) juga memperingatkan dukungan terhadap Hezbullah dapat menyebabkan kekacauan di negara tersebut.
Hezbullah yang dianggap teroris oleh AS, mengamankan suara penuh di parlemen Lebanon. Hal ini memungkinkan mereka untuk mencalonkan nama untuk naik di kursi Perdana Menteri Lebanon.
Rencananya lawan politik Hezbullah akan melakukan protes di Tripoli, Beirut dan beberapa kota besar Lebanon lainnya. Bukan tidak mungkin bila aksi protes dalam berakhir dengan kerusuhan.
(faj)