AMSTERDAM - Pengadilan di Amsterdam, Belanda dilanda kebingungan untuk melanjutkan pengadilan terhadap politisi anti-Islam Geert Wilder. Pihak pengadilan bingung bagaimana melanjutkan proses pengadilan tersebut.
Wilder saat ini menjadi salah satu politis ternama di Belanda dengan kebijakan anti-Islam serta anti-imigran yang ia kemukakan.
Sebelumnya ia mengundang kritikan tajam atas komentarnya yang membandingkan Islam serupa dengan fasisme dan mendesak dilarangnya peredaran Al-Quran.
Banyak rival Wilders menyatakan komentarnya tersebut mengundang sentimen anti-Islam yang lebih banyak lagi di Belanda. Sementara Wilders merasa berhak untuk mengeluarkan pendapatnya dan hal ini pun didukung oleh banyak rakyat Belanda. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (14/2/2011).
Pada pengadilan pertama, hakim yang memimpin persidangan dibubarkan karena khawatir dapat bersikap bias melihat masalah ini. Akhir jaksa penuntut pun tidak dapat melayangkan dakwaan kepada Wilders, pengacaranya pun meminta untuk pengadilan diulang.
Untuk saat ini Hakim Marcel van Oosten belum dapat menentukan langkah yang diambil untuk pengadilan Wilders. Dirinya baru akan memutuskan kelanjutannya hari ini.
(faj)