Australia Hentikan Impor Makanan dari Jepang

Kamis, 24 Maret 2011 11:53 wib | Adinda Permatasari - Okezone

Ilustrasi (Foto: Daylife) Ilustrasi (Foto: Daylife) SYDNEY – Pemerintah Asutralia menghentikan impor makanan dari wilayah dekat PLTN yang menyebarkan radiasi di Jepang. Namun, Pemerintah Australia menegaskan risiko makanan terhadap konsumen Australia dapat diabaikan.
 
Standar Makanan Australia-Selandia Baru (FSANZ) mengatakan perintah tersebut telah disebarluaskan di Australia sebagai tindakan pencegahan masuknya semua makanan yang berasal dari Prefektur Fukushima, Gunma, Ibaraki dan Tochigi di Jepang.
 
Produksi utama keempat prefektur tersebut adalah susu dan produk olahannya, sayur dan buah segar, serta rumput laut dan seafood baik segar maupun yang dibekukan. Langkah tersebut diambil setelah langkah serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat dan Hong Kong, namun tidak dilakukan di Selandia Baru.
 
FSANZ, badan pemerintahan dua-nasional, mengatakan keputusannya tersebut selaras dengan negara lain.
 
“FSANZ telah meminta Layanan Karantina dan Inspeksi Australia untuk melakukan perintah penarikan semua makanan yang berasal dari Prefektur Fukushima, Gunma, Ibaraki dan Tochigi. Namun, FSANZ tetap memegang pandangan bahwa resiko konsumen terkena radiasi nuklir dalam makanan yang diimpor dari Jepang dapat diabaikan,” demikian pernyataan FSANZ dalam situs resminya yang dikutip oleh AFP, Kamis (24/3/2011).
 
Susu dan produk olahannya, serta produk segar Jepang tidak diimpor ke Australia, sementara impor rumput laut dan seafood hanya berperan kecil dalam keseluruhan jumlah impor Australia untuk makanan jenis ini yaitu 5,5 persen dan 0,46 persen masing-masing.
(rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »