Getting Time...

Pengadilan Politisi Anti-Islam Belanda Dilanjutkan

Fajar Nugraha
Rabu, 30 Maret 2011 17:06 wib
Geert Wilders sedang diadili (Foto: EPA)
Geert Wilders sedang diadili (Foto: EPA)
AMSTERDAM - Pengadilan Amsterdam, Belanda, memerintahkan pengadilan atas politisi anti-Islam Geert Wilders untuk dilanjutkan. Wilders sebelumnya membandingkan Islam seperti fasisme dan mendesak pelarangan Al Quran.

Wilders yang memimpin Freedom Party, dituduh melayangkan komentar diskriminatif atas dasar ras. Dirinya pun dianggap telah menyebarkan kebencian terhadap Islam.
Sempat menjalani sidang dengar pendapat, Wilders menepis segala tuduhan yang diarahkan pada dirinya. 

Menurut Wilders, komentar darinya merupakan bagian dari debat politik yang legal di Belanda. 

Pembelaan Wilders tidak ditanggapi positif oleh lawannya. Mereka menilai, komentar pria berambut pirang tersebut mendorong peningkatan diskriminasi terhadap warga Muslim di Belanda, yang jumlahnya mencapai enam persen dari populasi Negeri Kincir Angin tersebut.

Hakim Marcel van Oosten menolak pembelaan dari pengacara Wilders, yang menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah bertindak jauh dari kekuasaannya. Menurut hakim Van Oosten, beberapa komentar Wilders berpotensi ofensif dan telah dipublikasikan di beberapa media lokal.

"Saya sudah muak dengan (keberadaan) Islam di Belanda. Tidak boleh lagi imigran Muslim masuk (ke Belanda)," tulis Wilders pada Suratkabar De Volkskrant, seperti dikutip Reuters, Rabu (30/3/2011).

"Muak saya melihat Al Quran di Belanda. Larang kitab fasis tersebut beredar," komentar Wilders.

Hakim Van Oosten meminta pengacara Bram Moszkowicz untuk membaca pembelaan mereka hari ini. 

Namun pengacara Wilders tersebut memprotes karena dirinya mengaku mengejar pesawat, usai sidang dengar pendapat. 

Van Oosten juga menolak mosi dari Moszkowicz yang sebelumnya meminta kasus tersebut dibatalkan atau dipindahkan ke Den Haag. 
(faj)
  • Ameer » 0 Tanggapan
    Nantikan kutukan tuhan buat orang belanda yang anti i***m
    Beri Tanggapan Laporkan
  • nurman » 1 Tanggapan
    mna yg fasis, Islam dgn keagungan Al Qur'annya ato Wilders dgn sgla kesombongan dan keangkuhannya. Belanda hrs mnunjukkan sebagai negara yg membrikan kebebasan kpd warganya utk beragama sesuai dgn kyakinannya msing2,tnpa ada unsur intimidasi.
    • Gibar
      Ya, semoga Indonesia pun demikian.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit