MINSK - Sebuah ledakan merobek stasiun kereta metro di Belarusia. Ledakan ini terjadi di dekat rumah Presiden Belarus Alexander Lukashenko dan menewaskan 11 orang, serta melukai 100 warga lainnya.
Diduga ledakan ini merupakan aksi teror yang ditujukan kepada Presiden Lukashenko. Insiden cukup menyita perhatian karena terjadi di stasiun metro Oktyabrskaya di Minsk, yang amat padat dan sibuk.
Presiden Lukashenko mengkonfirmasi jumlah korban tewas mencapai 11 orang. usai kejadian, Lukashenko langsung melakukan rapat mendadak dengan anggota kabinetnya.
Menurut Lukashenko teror bom ini dilakukan oleh lawan politiknya. Namun dirinya enggan menyebutkan siapa lawan politik yang dimaksudnya. Lukashenko menuduh lawan politiknya tersebut berupaya mengguncang rezim pemerintahannya.
"Saya peringatkan mereka (pelaku teror) tidak akan pernah membiarkan kita hidup tenang," ungkap Lukashenko seperti dikutip AFP, Selasa (12/4/2011).
"Pemerintah dihadapkan pada tantangan serius. Kami akan terus meresponnya dengan keras," lanjutnya.
Atas ledakan ini, Lukashenko memerintahkan Kepala KGB untuk melakukan penyelidikan dan mempertimbangkan melakukan penindakan keras hingga menemui detail jelas atas serangan ini. Dirinya pun bersikeras bahwa pelaku peledakan harus ditangkap.
(faj)