Penduduk Fukushima di pusat penampungan (Foto: AP)
TOKYO – Kementerian Kebijakan Nasional Jepang, Koichiro Gemba mengatakan, penduduk dari Prefektur Fukushima didiskriminasi karena radiasi yang bocor dari PLTN di wilayah itu.
Kepada para wartawan Gemba mengatakan, penduduk dari Fukushima ditolak oleh beberapa hotel di prefektur lain saat melakukan reservasi dan anak-anak diejek oleh teman-temannya yang mengatakan mereka terkena radiasi.
Gemba mengatakan, warga Fukushima menjalani kehidupan yang teratur dan tenang, meskipun mereka sangat khawatir. Gemba menambahkan, saat banyak orang menolong korban bencana, sangat mengecewakan masih ada kelalaian terhadap beberapa korban lainnya.
Gemba telah meminta para menteri di kabinet untuk mengeluarkan instruksi pada institusi terkait untuk memastikan tindakan diskriminasi dan sejenisnya tidak terjadi.
Sementara itu Sekretaris Kabinet Yukio Edano mengatakan, adalah fakta yang obyektif bahwa radiasi itu tifak menular.
Edano berpendapat masyarakat memberikan reaksi yang berlebihan. Edano menekankan masyarakat harus memahami secara sesuai situasi yang tengah terjadi menggunakan ilmu pengetahuan, oleh karena itu mereka harus bisa menerima apapun yang dihasilkan dari Fukushima yang telah dipastikan aman.
(rhs)