KIGALI - Rwanda dan Kenya menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama pertahanan yang akan berakhir pada tahun 2020. Ini melanjuti perjanjian sebelumnya yang dilakukan pada tahun 2000.
Menteri Pertahanan Kenya Mohamed Yusuf Haji memaparkan bahwa ia tidak dapat memberi tahu secara detil tentang kerja samanya. Tetapi haji mengisyaratkan kedua negara akan melakukan latihan militer dan mengeratkan bentuk kerja sama militer lainnya. Demikian diberitakan NewTimes, Rabu (11/05/2011)
Menurut juru bicara militer Rwanda Letkol Jill Rutaremara, "angkatan bersenjata Rwanda membutuhkan latihan".
Kenya pun mengizinkan para perwira senior angkatan bersenjata Rwanda (RDF) untuk mendapatkan pendidikan khusus di Sekolah Pertahanan Nasional milik mereka.
Rutaremara menambahkan, yang baru dari perjanjian kerja sama ini adalah bentuknya fleksibel dan dapat menyentuh kerjasama di bidang lainnya.
Kenya terus menerima perwira RDF di sekolah militer milik mereka. Pelatihan terhadap RDF ini termasuk diberikan kepada komandan senior dan staf-staf lainnya. Mereka dilatih di Sekolah Pertahanan Nasional dengan memberikan pelatihan tertentu.
(faj)