Foto : Polisi sedang menyelidiki TKP (VOA)
GUATEMALA - Pemerintah Guatemala mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pencarian besar-besaran serta pengepungan di Peten, dimana terjadi pembantaian terhadap 27 penduduk di area peternakan.
Keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden Alvaro Colom ini ditujukan untuk mempermudah para aparat dalam melacak pembunuh tersebut. Seperti diketahui pembunuhan berlangsung di wilayah dekat perbatasan Meksiko. Demikian diberitakan voanews.com, Rabu (18/5/2011).
Sebelumnya, pemerintah menuding kartel narkoba Zetas dari Meksiko sebagai dalang pembantaian ini. Reputasi Zetas memang cukup terkenal sebagai pembantai. Polisi setempat mengatakan, bahwa banyak korban yang ditemukan dalam keadaan terpenggal kepalanya.
Kartel obat bius di Meksiko saat ini sedang mengalami tekanan serius di negaranya. Oleh karena itu, saat ini mereka mulai memindahkan operasinya di negara-negara tetangga.
Pihak berwenang Guatemala mengatakan, banyak kartel Meksiko yang beroperasi di wilayah mereka. Tetapi kelompok Zetas-lah yang dianggap paling dominan. Di Meksiko, Zetas ditekan keras oleh angkatan bersenjata dan polisi federal sejak Presiden Felipe Calderon memimpin perang terhadap kartel narkoba tahun 2006.
Tahun lalu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa Guatemala saat ini berada dibawah kontrol Zetas. Zetas pada awalnya adalah tentara Meksiko yang membangkang dan mulai bekerja dengan kartel di Ciudad Juarez, Meksiko yang letaknya tak jauh dari Amerika Serikat.
(rhs)