UKRAINA - Sebuah kemungkinan lain muncul dalam kasus Katya Koren (baca beritanya di
sini), seorang gadis muslim Ukraina yang dikabarkan dirajam sampai mati karena dianggap melanggar hukum syariah dengan mengikuti kontes kecantikan.
Katya mungkin dipukuli hingga babak belur dengan batu oleh seorang penguntit gila karena kecewa gadis cantik itu menolak rayuannya.
Jasad Katya ditemukan di sebuah hutan di pinggiran kota di semenanjung Crimean beberapa hari setelah menghilang.
Dia diduga meninggal dalam keadaan sangat menderita setelah dipukul dengan batu secara mengerikan di bagian kepala. Laporan awal menyebutkan Katya dipukuli oleh tiga pemuda setempat karena melanggar hukum Islam yang melarang perempuan mengikuti kontes kecantikan.
Namun, dalam perkembangan penyelidikan, polisi mengatakan kemungkinan diserang oleh teman sekelas yang tergila-gila padanya
Orang tersebut diyakini telah memberikan tumpangan di sepeda motornya kepada Katya sebelum akhirnya merampok dan kemungkinan juga memperkosanya. Dia mungkin kemudian memukuli Katya dengan batu hingga gadis itu tewas.
"Seorang pelajar melakukannya, membunuh teman sekelasnya. Tidak ada alasan mendasar lainnya, baik agama atau terkait dengan konflik antar etnis," kata Sergei Reznikov, polisi senior yang terlibat dalam penyelidikan kasus tersebut, seperti dilaporkan
Telegraph, Rabu (1/6/2011).
Beberapa pakar mengatakan, sekira 250 ribu muslim tinggal di antara wilayah Crimea dan Ukraina tapi tak pernah ada contoh kasus kekerasan agama di masa lalu. Di daerah tersebut juga hampir tak pernah ada kasus hukuman rajam yang diberikan kepada seseorang.
Polisi mengatakan, tersangka utama dalam kasus ini adalah Bihal Gaziev, 16, yang memiliki sejarah penyakit mental.
(abe)(rhs)