Foto Sabah Al Mukhtar (RT)
TEHRAN - Aktivitas poliferasi Iran dan tudingan terhadap Suriah akan program nuklir rahasia, menjadi topik utama dalam pertemuan Badan Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria.
Pengacara dari Asosiasi Pengacara Arab Sabah Al Mukhtar meyakini, tuduhan dari IAEA penuh dengan kecurigaan dan tanpa ada bukti yang jelas.
"Dalam beberapa tahun yang lalu, IAEA tidak menemukan apa pun. Ini sama saja dengan apa yang terjadi di Irak ketika mereka dituduh mengenai senjata nuklir," ujar Mukhtar, seperti dikutip RT, Selasa (7/6/2011).
Terlihat minimnya kerja sama antara Suriah dan IAEA yang menuduh Suriah mengembangkan program nuklir rahasianya.
"IAEA telah menyelidiki Dair AlZour berkali kali dan Suriah menyatakan, ini adalah fasilitas militer dan tidak ada reaktor nuklir. Badan Atom tetap meyakini, bila Suriah tidak menjelaskan secara detil, itu merupakan reaktor nuklir dan harus secepatnya di serahkan pada Dewan Keamanan PBB," ujar Mukhtar.
"Iran menggunakan nuklirnya dengan cara damai dan pertanyaan yang muncul adalah, mengapa IAEA tidak pernah bertanya pada Israel tentang nuklirnya," tambah Mukhtar.(rhs)