Foto : Pejabat militer Sudan (independent)
KHARTOUM - Pasukan Perdamaian Uni Afrika - PBB di Darfur (UNAMID) mengumumkan, lebih dari 1.100 mantan pasukan Sudan yang bergabung dalam fraksi Darfur Selatan menyerah.
Mantan angkatan bersenjata Sudan dan juga para pemberontak yang tergabung dalam pasukan Darfur Selatan telah menandatangani perjanjian pelucutan. Pelucutan senjata itu diadakan di Nyala, Sudan Selatan.
Peristiwa ini menandai penyelesaian dari proses perdamaian tersebut. Para milisi Sudan Selatan akan kembali menjadi warga sipil. Demikian dilansir BNO, Rabu (8/6/2011).
Selain itu, UNAMID juga menyediakan pemeriksaan HIV/AIDS dan konseling bagi para mantan prajurit tersebut. Seminar untuk para warga sipil juga diadakan untuk memberikan masyarakat sebuah gambaran akan pembangunan.
Kampanye pelucutan senjata itu dilancarkan pada 22 Mei lalu yang diprakarsai oleh Komite Pelucutan Senjata, Demobilisasi dan Reintegrasi Sudan Utara yang didukung oleh UNICEF, UNDP, dan UNAMID.
Darfur memang telah mengalami konflik antara pemberontak dan pemerintah. Pada Februari 2003, Pasukan Pembebasan Sudan (SLM/A) dan Gerakan Keadilan dan Kesetaraan (JEM) mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah akibat adanya represi terhadap warga non Arab di Darfur.(rhs)