Getting Time...

Pasukan Komando Israel Akan Serang Flotila ke Gaza

Fajar Nugraha
Selasa, 19 Juli 2011 19:02 wib
Dignity al-Karama (Foto: Getty Images)
Dignity al-Karama (Foto: Getty Images)
YERUSALEM - Pasukan Komando Angkatan Laut Israel mengepung sebuah kapal Prancis yang berisi bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina. Pihak Israel mengancam akan menyerang kapal tersebut.

Pasukan Israel mendesak agar kapal flotila berisi bantuan kemanusiaan itu untuk merubah arah mereka. Jika hal ini tidak dilakukan, pasukan komando akan menaiki kapal tersebut tanpa sepengetahuan para aktivis yang berada di atas kapal tersebut.

Peringatan ini sudah dilayangkan lewat radio kepada pihak kapal flotila tersebut. Namun, pihak Israel menyatakan, tidak ada respons dari para aktivis mengenai peringatan tersebut. Demikian diberitakan Associated Press, Selasa (19/7/2011).

Sebelumnya militer Israel mengatakan, akan menghentikan upaya apapun dari kapal yang hendak menerobos blokade laut pasukan Israel di wilayah perbatasan Gaza. Hal ini mereka lakukan untuk mencegah penyelundupan senjata yang masuk ke wilayah Gaza.

Sementara kapal bernama Dignity al-Karama, merupakan satu-satunya kapal flotila yang hendak mengirimkan bantuan kemanusiaan dan berhasil berlayar dari Yunani. Sementara kapal-kapal lain yang sebelumnya dijadwalkan berlayar pekan lalu, dilarang berlayar oleh pihak otoritas pelabuhan Yunani.

16 aktivis dan jurnalis dikabarkan berada di kapal Prancis tersebut. Mereka bersikeras bahwa misi yang dibawa adalah untuk melakukan pernyataan politik, melawan blokade yang dilakukan oleh Israel terhadap Gaza.

Juru bicara kelompok aktivis A French Boat for Gaza Maxime Guimberteau mengatakan, bahwa empat prajurit Israel sudah berada di atas kapal flotila tersebut. Pria Prancis itu, mengaku mendapatkan informasi tersebut dari para aktivis yang berada di atas kapal.

Dignity al-Karama sendiri dikabarkan saat ini tengah berada sekira 65 kilometer di luar perairan internasional Gaza. Sementara hubungan radio dengan kapal diketahui sudah diputus.

Israel memiliki sejarah tidak segan-segan menyerang kapal flotila. Tahun lalu pasukan komando Israel menewaskan sembilan aktivis Turki yang berada di kapal Mavi Marmara. Saat itu kapal tersebut bermaksud menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, melalui jalur laut.

Namun, Israel menilai setiap kapal yang berusaha melewati blokade air Gaza sebagai sebuah pelanggaran terhadap wilayah air mereka. 
(faj)
  • HARTONO » 0 Tanggapan
    YA NAMANYA ORANG MAU DIBUNUH, OTOMATIS ORANG i****l MEMPERTAHANKAN DIRI DONG. ITU NAMANYA ORANG WARAS. GITU AJA KOK REPOT.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • coi » 0 Tanggapan
    Orang orang Isra'el apa bener keturunan tuhan ya, kok bisa menentukan nasib suatu negara, bisa lolos dari sanksi PBB lagi, berarti tuhan mereka tidak penyayang dong.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit