66 Tahun Tragedi Bom Atom

AS-Jepang Peringati Bom Hirosima & Nagasaki

Selasa, 09 Agustus 2011 18:01 wib | Fajar Nugraha - Okezone

Perwakilan AS di peringatan tragedi Nagasaki (Foto: AP) Perwakilan AS di peringatan tragedi Nagasaki (Foto: AP) NAGASAKI - Peringatan jatuhnya bom atom di Nagasaki, Jepang diperingati warga hari ini. Amerika Serikat (AS) pun mengirimkan perwakilannya untuk memperingati tragedi yang membawa Jepang menyerah pada Perang Dunia II.


Hari ini genap 66 tahun peristiwa pengeboman di Nagasaki terjadi. Peristiwa itu menyebabkan 80 ribu orang tewas disapu bom yang mahadahsyat tersebut.

AS sebagai pelaku pengeboman di Nagasaki, mengirimkan perwakilannya James P Zumwalt untuk menghadiri peringatan 66 tahun yang dilangsungkan di kota yang dulunya hancur akibat bom atom ini. 

Zumwalt bergabung dengan warga Nagasaki dan Perdana Menteri Jepang Naoto Kan dalam peringatan ini. Tampak Zumwalt meletakan karangan bunga di monumen Perdamaian Nagasaki, sebagai tanda penghormatan kepada para korban tewas dalam serangan bom atom itu.

Bersama oleh Wali Kota Nagasaki Tomohisa Taue beserta PM Kan, Zumwalt melakukan berdoa bersama warga untuk mengenang korban pengeboman. Seperti di tahun-tahun sebelumnya sebelum doa dilakukan, sebuah bel dibunyikan sebagai tanda dimulai.

9 Agustus 1945 Bom atom "Fat Man" dijatuhkan di Nagasaki 66 tahun silam, menyebabkan sekira 80.000 tewas dihari kejadian dan berminggu-minggu setelahnya. Banyak warga yang selamat pada akhirnya meninggal juga karena penyakit yang disebabkan oleh radiasi dari bom atom tersebut.

Jatuhnya "Fat Man" di Nagasaki dilakukan setelah sebelumnya AS mengebom Hiroshima dengan bom atom yang diberi nama "Little Boy" pada 6 Agustus 1945. Jumlah korban di Hiroshima jauh lebih banyak dibandingkan di Nagasaki. Korban tewas di Hiroshima dikabarkan mencapai 140 ribu jiwa.

Amerika mengerahkan dua pesawat pengebom Boeing B-29 Superfortress yang bertolak dari Pangkalan Militer AS di Filipina, menuju Jepang dalam serangan ini. Sementara pemilihan dua kota ini, didasarkan atas kekuatan laut yang dimiliki kedua kota.

Hiroshima saat itu dikenal markas militer Jepang yang menjadikannya sasaran empuk dari para lawannya. Selain itu Hiroshima juga dikenal sebagai kota pelabuhan yang besar di Jepang. Sementara Nagasaki dikenal sebagai kota yang industri perkapalannya bisa dikatakan maju pada masanya. 

Sementara pada peringatan tragedi Nagasaki kali ini, Wali Kota Nagasaki Tomihisa Taue untuk mengimbau Pemerintah Jepang merubah kebijakan nuklir mereka. Wali Kota Taue mendesak, kalau bisa tidak hanya menolak penggunakan senjata nuklir tetapi juga tenaga nuklir yang dimanfaatkan sebagai penghasil listrik bagi warga.

Imbauan Taue ini tentunya terkait dengan krisis nuklir yang melanda Jepang Maret lalu. Saat itu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi mengalami kerusakan berat akibat diterjang gempa dan tsunami.

"Mengapa negara ini yang sudah lama dibayangi korban bom (nuklir), kembali harus dihadapkan dengan bahaya radiasi. Waktunya bagi Jepang membahas apa yang diinginkan rakyat dan tentukan pilihan," ucap Wali Kota Taue seperti dikutip Associated Press, Selasa (9/8/2011).

Taue pun mendesak agar Jepang merubah 54 nuklir reaktor yang dimiliki Negeri Sakura tersebut, dengan energi terbarukan. 

Sementara Perdana Menteri Kan menjanjikan bahwa Jepang akan berupaya keras untuk membentuk masyarakat yang tidak bergantung pada tenaga nuklir. Mengenai tragedi Nagasaki, PM Kan menilai rakyat Jepang jangan sampai melupakan peristiwa ini, sekaligus mengharapkan insiden tidak terulang kembali. 
(faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »