Getting Time...

Buat Bom Kimia, Mahasiswa Ini Ditahan

Fajar Nugraha
Kamis, 18 Agustus 2011 10:47 wib
MADRID - Seorang mahasiswa ditangkap oleh Kepolisian Spanyol setelah kedapatan membuat bom kimia. Rencananya bom tersebut akan digunakannya kepada pengunjuk rasa yang menolak kedatangan Paus Benediktus XVI ke Spanyol.

Tersangka yang merupakan mahasiswa jurusan teknik kimia asal Meksiko, melakukan ancaman kepada pengunjuk rasa lewat website sebuah lembaga konservatif Katolik. Dia mengancam akan menyerang pengunjuk rasa itu dengan gas dan bahan kimia berbahaya lainnya.

Polisi Spanyol juga menyatakan tersangka berupaya mencari rekan untuk melancarkan aksi teror, tetapi tidak ada orang bersedia untuk bergabung. 

Mahasiswa itu pun didakwa atas perbuatan terorisme dan akan menghadapi proses pengadilan hari ini. Pihak kepolisian tidak menemukan ada bahan kimia berbahaya di dalam rumahnya, tetapi menyita komputer dan dua buku catatan tempat dia menuliskan formulasi kimia. 

Kedutaan Besar Meksiko mengetahui nama tersangka sebagai Jose Perez Bautista dan berasal dari negara bagian Puebla di Meksiko. 

Rencana dari Bautista ini memang terkait dengan rencana protes rakyat Spanyol yang tidak menghendaki kedatangan Paus Benediktus XVI dalam acara keagamaan di Spanyol. Rakyat tidak menghendaki pemerintah mengeluarkan uang banyak untuk acara ini, ditengah krisis ekonomi yang melanda Negeri Matador.

Para pengunjuk rasa yang melakukan aksinya tadi malam, menolak diadakannya acara Hari Pemuda Sedunia (World Youth Day) dan kunjungan Paus ke Spanyol selama empat hari. Kedua acara itu dikabarkan menghabis biaya hingga 100 juta euro atau sekira Rp1,2 triliun (Rp12,291 per euro). 

"Rakyat seharusnya tidak membayar untuk perjalanan keagamaan dari seseorang yang memberikan doktrin, yang dianggap belum tentu benar," pernyataan kelompok Secular Europe yang turut serta dalam protes seperti dikutip Associated Press, Kamis (18/8/2011).

"Untuk apa mengeluarkan uang bagi sosok yang menyebarkan doktrin  anti-homseksual, melarang penggunaan kondom meskipun puluhan ribu orang tewas akibat AIDS," jelas kelompok tersebut.

Perekonomian Spanyol yang saat ini diambang menuju resesi ekonomi, memaksa rakyatnya untuk berhemat. Tentunya kedatangan Paus dan menghabiskan banyak uang ini, memicu kemarahan dari warganya. 
(faj)
TWITTER »
twit