Foto : Kandidat Presiden Taiwan Tsai Ing Wen (wikimedia)
TAIPEI - Kandidat presiden dari fraksi oposisi Taiwan menyatakan, bila dirinya terpilih pada Januari mendatang, dia akan berjuang untuk berdamai dengan China dan melanjutkan perdagangan dalam skala besar dengan Negeri Tirai Bambu.
Tsai Ing Wen, wanita berusia 54 tahun ini meninggalkan tradisi anti-China di partainya, Partai Demokrat Progresif. Hubungan China dan Taiwan memang mengalami ketegangan akibat faktor historis.
Taiwan memisahkan diri dari China saat terjadi perang saudara pada 1949 silam. Meski demikian China masih mengklaim pulau milik Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan mengancam akan melakukan serangan.
"Penting bagi Taiwan dan juga China untuk hidup secara damai dan menciptakan stabilitas dalam hubungan bilateral," ujar Tsai, seperti dikutip Associated Press, Selasa (23/8/2011).
Lawan politik Tsai dalam pemilihan umum mendatang adalah Presiden Ma Ying Jeou yang saat ini menjabat sebagai Presiden Taiwan. Presiden Taiwan ini unggul dalam jajak pendapat meski dalam beberapa pekan belakangan, dukungan terhadapnya menurun.
Kandidat presiden ini juga menyatakan,pentingnya hubungan dagang dengan China yang saat ini mengalami kemajuan ekonomi. Tsai dikabarkan akan menyambut kebijakan pemotongan pajak dagang dengan China bila dirinya terpilih sebagai Presiden Taiwan.(rhs)