Foto : Pekerja Kamboja pingsan (kqube)
PHNOM PENH - Hampir 300 pekerja Kamboja jatuh sakit pada pekan ini. Mereka adalah pekerja di pabrik pakaian milik Swedia Hennes & Mauritz AB (H&M).
Sebanyak 284 pekerja pingsan pada Selasa dan Rabu lalu di Provinsi Kampong Chhnang, sekira 91 kilometer dari Phnom Penh. Beberapa laporan menyatakan muncul bau menyengat sebelum mereka pingsan.
"Para pekerja mencium adanya bau busuk dari baju." ujar salah seorang pekerja Norn Leakhena seperti dikutip Reuters, Jumat (26/8/2011).
Meski demikian, deputi kepolisian setempat, Ly Virak, menyatakan pingsannya ratusan pekerja disebabkan faktor kesehatan. Akibatnya abrik menunda operasinya hingga pekan depan. Sebanyak 4.000 pekerja dipersilakan untuk beristirahat.
Pada Selasa lalu, 86 pekerja sakit dan 198 lainnya pingsan. Pihak H&M saat ini juga menyelidiki penyebab pingsannya para pekerja. Organisasi Buruh Internasional (ILO) belum menemukan penyebab dari pingsannya para pekerja tersebut.
Beberapa LSM internasional dalam risetnya menyatakan Kebanyakan pegawai yang bekerja di pabrik pakaianan di beberapa negara juga mengalami nasib yang sama seperti terjadi di Kamboja.
Selama tahun ini, tercatat lebih dari 1.000 pekerja pabrik pakaian pingsan akibat jam kerja yang terlalu panjang dan gaji yang tergolong kecil.
Terkait laporan ini, perusahaan Puma mencetuskan kebijakan baru terkait kesehatan 3.400 karyawannya. Puma menerapkan 60 jam kerja per pekan dan dua jam maksimal untuk lembur bagi setiap pegawainya.(rhs)