Ilustrasi : Top News
LONDON - Sekira 38 persen atau 165 juta warga di negara-negara Eropa menderita sakit jiwa dan neurologi. Rata-rata mereka menderita penyakit otak seperti depresi, kegelisahan, dan insomnia (susah tidur).
Seorang peneliti dari Universitas Dresden Jerman, Hans Ulrich Wittchen, melakukan penelitian di 30 negara, yakni 27 negara anggota Uni Eropa di tambah Swiss, Islandia, dan Norwegia. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (5/9/2011)
Penyakit jiwa dapat menambah beban ekonomi dan sosial masyarakat. Penderita juga tidak akan dapat bekerja dengan baik dan hubungan dengan pasangannya cenderung berakhir dengan kehancuran.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Wittchen meneliti sekira 100 penyakit yang menyebabkan gangguan otak dan penyakit syaraf lainnya seperti Parkinson dan sclerosis.
Hasil penelitian ditampilkan di European College of Neuropsychopharmacology (ENCP) hari ini dan menunjukkan tingginya penderita penyakit jiwa di Eropa.
Penyakit jiwa juga menjadi penyebab utama kematian dan cacat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksikan pada 2020 mendatang, depresi akan menjadi salah satu ancaman.(rhs)