Getting Time...

Bom Meledak di Somalia

AS & Australia Kecam Serangan Bom di Somalia

Aulia Akbar
Rabu, 05 Oktober 2011 12:02 wib
Foto : Korban ledakan maut Somalia (AP)
Foto : Korban ledakan maut Somalia (AP)
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan juga Australia mengecam serangan bom yang menewaskan 70 orang di Somalia yang terjadi pada Selasa kemarin. AS juga menegaskan komitmennya untuk mendukung warga Somalia yang mendukung perdamaian.

"AS berkomitmen untuk berdiri berdampingan dengan seluruh warga Somalia yang mendukung perdamaian, termasuk di antaranya, Pemerintah Transisi Somalia. AS sangat mengecam serangan yang dilancarkan oleh militan Al Shabab terhadap warga sipil di Kota Mogadishu," ujar Menteri Luar Negeri AS Hilary Clinton, seperti dikutip PTI, Rabu (5/10/2011).

Sementara itu Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd juga mengatakan, serangan bom mobil di Mogadishu adalah serangan pengecut yang dilancarkan oleh teroris.

"Kami menyesal dengan hilangnya nyawa dari warga yang tak berdosa dan kami juga mengucapkan bela sungkawa yang terdalam terhadap para keluarga dari korban yang tewas dalam serangan ganas tersebut," ujar Kevin Rudd.

Para korban yang tewas dalam ledakan tersebut adalah para pelajar yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya. Clinton juga mengatakan, serangan pengecut yang dilakukan oleh Al Shabab itu sangat menyengsarakan warga Somalia.

Juru bicara Gedung Putih mengatakan, militan Al Shabab menunjukkan pengabaian terhadap kelangsungan hidup dan martabat setiap manusia. Selain melancarkan serangan bom, militan ini juga menganggu distribusi bantuan kemanusiaan untuk ribuan korban kelaparan.

Saat ini 750 ribu warga Somalia terancam mati kelaparan bila mereka tidak mendapatkan bantuan pangan.(rhs)
TWITTER »
twit