MOGADISHU - Korban tewas dalam aksi pengeboman yang terjadi di Somalia terus bertambah. Dilaporkan korban tewas saat ini telah melampaui angka 100 orang.
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurus bantuan kemanusiaan (UNHCR) mengatakan, serangan tersebut menimbulkan peringatan bahwa Somalia saat masih tetap tidak aman. Tentunya ini menjadi pukulan telak bagi negara yang tengah berjuang melawan kelaparan ini.
Militan Al Shabab diketahui sebagai pelaku serangan bom tersebut. Serangan ini juga menjadi serangan terbesar di Somalia, sejak militan Al Shabab menarik diri dari Kota Mogadishu pada Agustus lalu lewat pertempurannya dengan pasukan Uni Afrika. Demikian diberitakan AFP, Kamis (6/10/2011).
Kelompok militan itu pun bersumpah akan melancarkan serangan balasan dengan metode perang gerilya, termasuk di antaranya adalah serangan bom.
Berdasarkan keterangan para saksi, aksi bom bunuh diri yang terjadi pada Selasa 4 Oktober lalu, terjadi di luar kantor Pemerintah Somalia.
Bom yang ditanam di sebuah truk, meledak dan menyebabkan banyak jasad yang hangus terbakar akibat kobaran api. Puing-puing bangunan bahkan tampak berserakan di Jalanan Mogadishu yang dikenal padat.
Al Shabab merupakan salah satu militan yang terlatih dalam bom bunuh diri dan penggunaan senjata api. Kelompok militan ini sempat melancarkan serangan di Uganda pada Juli 2010 lalu dan menewaskan 76 warga yang saat itu sedang menyaksikan tayangan Piala Dunia.
Pada 2009 lalu, militan ini juga melakukan serangannya di sebuah acara wisuda di Kota Mogadishu dan menewaskan 24 orang, termasuk di antaranya tiga Menteri Somalia, mahasiswa medis dan dokter.
(faj)