Foto : Militan Al Shabab (wardheernews)
MOGADISHU - Pelaku aksi bom bunuh diri di Somalia yang menewaskan 100 orang termasuk pelajar yang tengah mencari beasiswa, mengatakan bahwa kaum muda seharusnya melupakan pendidikan sekuler dan harus mengobarkan jihad.
Bashar Abdullahi Nur, yang melakukan aksi bom bunuh diri pada Selasa lalu di gedung Kementrian Pendidikan, sebelumnya melakukan wawancara yang disiarkan oleh stasiun radio militan,
"Kini mereka yang berkuliah keluar negeri tidak pernah memikirkan tentang kehidupan di akhirat kelak. Mereka tidak pernah berpikir tentang kaum Muslim yang dilecehkan," ujarnya, seperti dilansir Associated Press, Jumat (7/10/2011).
"Mereka bangun di pagi hari dan pergi kuliah, belajar dan menerima apa yang dikatakan kaum kafir kepada mereka, sementara kaum kafir itu membantai kaum Muslim," lanjutnya.
Ledakan Selasa lalu telah menewaskan generasi muda Somalia yang tengah mencari jenjang pendidikan lebih lanjut, mereka saat itu tengah melihat pengumuman mengenai beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Turki.
Ledakan besar tersebut terjadi di dekat gedung kementrian yang lain, masih belum diketahui target sebenarnya dari serangan tersebut.
Namun bukan kali ini saja kelompok militan Al Shabab yang terkait dengan Al Qaeda tersebut menyerang para pelajar. Di tahun 2009, kelompok tersebut menyerang perayaan kelulusan sekolah kedokteran.(rhs)