Foto : Militan Al Shabab (wardheernews)
MINNEAPOLIS - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengadakan penyelidikan terhadap dua orang perempuan yang diduga menyalurkan dana ke kelompok militan Al Shabab di Somalia.
Agen FBI Michael Wilson mulai mengadakan interogasi pada perempuan berusia 35 tahun Amina Farah Ali dan seorang nenek berusia 64 tahun Hawo Mohamed Hassan. Kedua perempuan ini diduga menjadi penyalur dana bagi militan Al Shabab, militan Somalia yang berafiliasi dengan Al Qaeda.
Wilson mengatakan, agen FBI di Negara Bagian Minnesota mengabarkan, Amina sempat mengadakan kontak dengan militan Al Shabab. Agen FBI itu pun melakukan penyadapan terhadap telepon Amina pada September 2008. Demikian seperti diberitakan Washington Post, Jumat (7/10/2011).
Menurut jaksa penuntut, rekaman penyadapan dari telepon Amina menunjukkan adanya transaksi uang antara Amina dan militan Al Shabab.
Selain berkontribusi dalam menciptakan kelaparan di Somalia, militan Al Shabab juga merupakan dalang dari pengeboman di Kota Mogadishu yang terjadi pada 4 Oktober lalu. Mereka bahkan menegaskan akan tetap melancarkan lebih banyak lagi serangan bom.
Bom yang meledak di Kota Mogadishu juga merupakan sebuah tanda, militan Al Shabab masih ada di Ibu Kota Somalia(rhs)