MOGADISHU - Pertempuran pecah antara pasukan pro-pemerintah dengan kelompok militan. Baku tembak ini terjadi di wilayah kecil Somalia yang masih dikuasai militan.
Serangan baru ini dimaksudkan untuk memukul mundur pihak militan dari wilayah pemukiman. "Kami bermaksud menekan kekuatan militan Al-Shabab keluar dari wilayah jangkauan warga," ungkap juru bicara pasukan Uni Afrika Letnan Kolonel Paddy Andunda seperti dikutip Associated Press, Senin (10/10/2011).
Letkol Andunda mengatakan, pertempuran terbaru tersebut merupakan bentuk penangan terhadap militan Al-Shabab yang pada Minggu 9 Oktober kemarin melakukan serangan kepada warga, yang menewaskan 12 orang.
Aksi baku tembak yang terjadi di Mogadishu ini menyebabkan warga setempat terpaksa berlindung ke lokasi yang aman. Mereka dibawa oleh pasukan Uni Afrika, guna menghindari peluru dari pihak militer dan militan.
Kondisi saat ini memang terus dirudung aksi teror dari pihak Al-Shabab. Sebelumnya, pada pekan lalu kelompok militan ini melakukan serangan bom yang menewaskan lebih dari warga sipil.
Bom tersebut terjadi di luar kantor kementerian Pemerintah Somalia. Bom berasal dari sebuah truk dan ledakannya menyebabkan banyak jasad yang hangus terbakar akibat kobaran api. Puing-puing bangunan bahkan tampak berserakan di jalanan.
Serangan ini juga menjadi serangan terbesar di Somalia, sejak militan Al Shabab menarik diri dari Kota Mogadishu pada Agustus lalu setelah terlibat pertempuran dengan pasukan Uni Afrika. Kelompok militan itu pun bersumpah akan melancarkan serangan balasan dengan metode perang gerilya, termasuk di antaranya serangan bom.
Bom bunuh diri merupakan hal yang tidak pernah terjadi di Somalia sebelum 2007, namun saat ini, insiden tersebut dikabarkan sering terjadi di negeri yang kelaparan ini.
Al Shabab merupakan salah satu militan yang terlatih dalam bom bunuh diri dan penggunaan senjata api. Kelompok militan ini sempat melancarkan serangan di Uganda pada Juli 2010 lalu dan menewaskan 76 warga yang saat itu sedang menyaksikan tayangan Piala Dunia.
Pada 2009 lalu, militan ini juga melakukan serangannya di sebuah acara wisuda di Kota Mogadishu dan menewaskan 24 orang, termasuk di antaranya tiga Menteri Somalia, mahasiswa medis dan dokter.
(faj)