Getting Time...

Mantan PM Ukraina Ditahan, Kecaman Merebak

Fajar Nugraha
Rabu, 12 Oktober 2011 08:47 wib
Yulia Tymoshenko (Foto: AP)
Yulia Tymoshenko (Foto: AP)
KIEV - Mantan Perdana Menteri Ukraina Yulia Tymoshenko divonis penjara tujuh tahun pada Selasa 11 Oktober kemarin. Politisi perempuan ternama Ukraina ini, dikenal sebagai pemimpin yang bertangan besi.

Vonis yang dijatuhkan kepada Tymoshenko ini terkait dengan kesepakatan impor gas yang ditandatanganinya bersama dengan Rusia pada 2009 lalu. 

Pihak pengadilan menilai kesepakatan ini melampauinya kekuasaannya dan menyebabkan Ukraina mengalami kerugian besar. Pengadilan mengatakan akibat perjanjian ini Ukraina menderita kerugian sekira USD200 juta atau sekira Rp1,78 triliun (Rp8,900 per dolar).

Setelah divonis penjara selama tujuh tahun dibacakan pengadilan, Tymoshenko bersumpah untuk memberikan perlawanan. "Kami akan terus melawan dan membela nama baik saya," ungkap Tymoshenko seperti dikutip AFP, Rabu (12/10/2011).

Pengadilan Ukraina sendiri telah menahan Tymoshenko sejak 5 Agustus lalu. Sejak saat itu dirinya berada di penjara Kiev, kondisinya saat ini berbanding terbalik ketika masih menjadi pemimpin dan disebut-sebut sebagai Perempuan Tangan Besi seperti halnya idola Tymoshenko, yakni mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher.

Vonis atas Tymoshenko ini mengundang kecaman dari banyak pihak. Salah satu yang menyatakan kecamannya adalah Uni Eropa (UE). Ketua Komite Hubungan Luar Negeri UE Catherine Ashton mengatakan, pihaknya amat menyesalkan vonis tujuh tahun penjara  kepada Tymoshenko. 

"Pengadilan terhadap Tymoshenko tidak menghormati hukum internasional dan jauh dari kesan adil dan transparan, serta independen," tutur Ashton.
(faj)
TWITTER »
twit