TOKYO - Sebuah kapal milik Rusia menemukan puing-puing bekas terjangan tsunami yang melanda Jepang 11 Maret lalu. Puing tersebut termasuk sebuah kapal nelayan, yang mengapung di Laut Pasifik ribuan kilometer dari lokasi bencana.
Menurut Pusat Penelitian Pasifik Universitas Hawaii, kapal latih Rusia STS Pallada menemukan puing-puing ini pada akhir September lalu, setelah melintasi Pulau Midway.
"Kapal Rusia itu menemukan tumpukan puing-puing bekas tsunami, setelah dalam perjalanan dari Honolulu menuju Vladivostik," pernyataan pusat penelitian seperti dikutip AFP, Senin (17/10/2011).
Puing-puing tersebut ditemukan sekira 3.100 kilometer dari lokasi gempa dan tsunami yang melanda Jepang 11 Maret lalu. Diperkirakan, puing-puing ditarik oleh gelombang tsunami besar yang mengikuti gempa berkekuatan 9,0 skala richter yang melanda 11 Maret.
Kru kapal Rusia pun menemukan kapal ikan yang panjangnya mencapi 20 kaki. Kapal itu pun ditarik ke Pallada. Saat ini pihak berwenang berusaha melacak siapa pemilik kapal yang diyakini berasal dari Prefektur Fukushima, yang paling para dilanda tsunami.
Gempa dahsyat yang melanda Jepang 11 Maret lalu, memang menyebabkan kerusakan parah. Gempa ini disertai gelombang tsunami tinggi yang melanda Prefektur Fukushima, Iwate dan Miyagi.
Bencana tersebut menyebabkan sekira 20.000 warga dilaporkan tewas. Sementara hampir 80.000 warga di Prefektur Fukushima terpaksa dievakuasi karena bahaya kebocoran radiasi yang terjadi di PLTN Fukushima Daiichi.
(faj)