HANOI - Karena dianggap mengganggu pekerjaan, Menteri Transportasti Vietnam Dinh La Thang melarang staf seniornya untuk baik golf. Menurutnya, golf membuat anak buahnya mengalihkan perhatian dari pekerjaan.
Menteri Thang juga mengeluarkan dokumen terbaru yang menyebutkan, beberapa pimpinan kementerian juga terus mengalami penurunan kinerja. Hal ini menurutnya karena mereka terlalu banyak bermain golf.
Tidak mau kinerja kementerian yang dia pimpin menurun, Thang kemudian memerintahkan seluruh staf seniornya untuk tidak bermain golf. Perintah ini juga berlaku terhadap setiap eksekutif perusahaan yang berada di bawah Kementerian Transportasi Vietnam.
Selain karena alasan menganggu pekerjaan, Menteri Thang juga meminta stafnya untuk tetap memiliki rasa empati kepada rakyat. Mengingat saat ini kesulitan tengah melanda.
"Dalam waktu (ekonomi) sulit ini, tidak untuk bermain golf," ucap Thang seperti dikutip Washington Post, Rabu (19/10/2011).
Golf memang makin populer di kalangan kelas menengah Vietnam, terutama kalangan anggota Partai Komunis Vietnam. Beberapa tahun terakhir, puluhan lapangan golf sudah dibangun di seluruh Vietnam.
Keputusan Menteri Thang memang patut dipuji, mengingat masih banyak warga Vietnam yang menderita akibat banjir yang melanda. Dirinya pun kerap meminta para stafnya untuk menahan diri.
Meski tak sebesar yang terjadi di Thailand dan Kamboja, banjir yang terjadi di Negara Komunis ini juga berpengaruh besar kepada warganya. Hingga saat ini 77 warga Vietnam yang tewas akibat banjir yang melanda.
Sementara itu, puluhan ribu hektare lahan pertanian dikabarkan terancam gagal panel karena terendam air. Vietnam bersama dengan Thailand, Kamboja dan Laos memang dikenal sebagai lumbung padi Asia Tenggara. Bencana banjir sudah tentu menyebabkan pasokan beras terngganggu.
(faj)