Getting Time...

Gilad Bebas, Hamas Tetap Ancam Lakukan Penculikan

Aulia Akbar
Rabu, 19 Oktober 2011 12:01 wib
Foto : Pejuang Hamas menyambut kepulangan tahanan Palestina (AFP)
Foto : Pejuang Hamas menyambut kepulangan tahanan Palestina (AFP)
GAZA - Fraksi Hamas di Gaza yang baru saja membebaskan tawanannya, Gilad Schalit, kembali mengancam Israel, akan menculik lebih banyak lagi pasukan Israel sebagai bentuk perlawanan.

Sebuah momen historis di Timur Tengah terjadi kemarin dengan adanya pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel. Sersan Gilad Schalit ditukar oleh ratusan warga Palestina yang ditahan oleh Israel. demikian seperti diberitakan Independent, Rabu (19/10/2011).

Palestina, maupun Israel juga tampak menyambut peristiwa pertukaran tahanan itu. Namun ditengah kebahagiaan yang berlangsung, Hamas berjanji akan menculik para pasukan Israel untuk memaksa Israel membebaskan 6.000 tahanan Palestina.

"Kami akan tetap menculik pasukan Israel dan membersihkan penjara Israel dari para tahanan Palestina," ujar seorang pejuang dari fraksi Hamas.

"Warga inginkan Gilad dan mereka ingin Gilad yang lain!" teriak para simpatisan Hamas di Gaza setelah kepulangan para tahanan Palestina.

Hamas juga mengatakan, mereka akan membuat Israel menerima ganjaran karena menahan warga Palestina selama lebih dari 10 tahun. Hamas bersumpah, brigadenya tidak akan beristirahat hingga seluruh warga Palestina dibebaskan.

Saat dirinya diserahkan ke Mesir, Gilad pun mengatakan, dirinya ingin menyaksikan perdamaian antara Israel dan Palestina. Gilad juga menyatakan kebahagiaannya setelah para tahanan Palestina dibebaskan oleh Israel.

Namun, Hamas merupakan fraksi yang sangat menolak keberadaan Israel di Timur Tengah. Hamas tidak pernah sudi untuk hidup berdampingan dengan Israel. Para petinggi Hamas juga menegaskan, mereka akan memerintahkan seluruh pejuangnya agar menculik lebih banyak lagi pasukan atau para pemukim Israel.

Bagi Hamas, perlawanan merupakan hal yang dapat membebaskan Palestina. Hamas juga tidak mendukung upaya yang dilakukan oleh Otoritas Palestina, yang berangkat ke New York untuk meminta pengakuan di Perserikatan Bangsa-Bangsa.(rhs)
TWITTER »
twit