HANOI - Pemerintah Vietnam gagal dalam memerangi aksi pencurian cula badak di negaranya. Hal ini pun menyebabkan seekor badak Jawa satu-satunya yang dimiliki Vietnam tewas demi diambil culanya.
Tewasnya seekor badak Jawa ini, makin membuat hewan langka ini terus tergerus menuju kepunahan. Badak Jawa satu-satunya yang tersisa di Vietnam ini sebenarnya berada di Taman Nasional Cat Tien. Tetapi sejak April lalu, pihak taman nasional tidak dapat melacak keberadaan hewan tersebut.
Tiba-tiba mereka justu dihadapkan pada penemuan yang mengerikan, di mana badak Jawa tersebut ditemukan dalam keadaan tertembak pada bagian kaki dan culanya yang sudah terpotong.
"Sepertinya Pemerintah Vietnam tidak dapat memberikan pengamanan yang cukup terhadap badak yang langka ini," menurut Koordinator World Wild Fund (WWF) Christy Williams, seperti dikutip Reuters, Rabu (26/10/2011).
Sementara pihak Taman Nasional Cat Tien yang diwakili oleh Direkturnya Tran Can Thanh mengatakan, memang para penjaga hutan mereka gagal untuk memenuhi tugasnya. Tetapi, Tran menilai pihaknya tidak bisa mencegah sekira 100 ribu warga yang hidup disekitar taman nasional tersebut.
Berdasarkan penemuan Tran, warga kerap kali melakukan perburuan dan demi mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
"Kami tidak berusaha untuk lari dari tanggung jawab atas kematian badak ini, tetapi kami sudah beruapaya sekuat mungkin untuk melindungi hewan itu," bela Tran.
Permintaan cula badak memang terus meningkat dalam waktu beberapa tahun terakhir. Diperkirakan setiap petani yang mengumpulkan cula badak hingga mencapai USD100.000 atau sekira Rp884,5 juta (Rp8,845 per USD).
Hingga saat ini 40 hingga 60 ekor badak Jawa masih hidup di Taman Nasional Ujung Kulon. Seluruhnya merupakan spesies yang tersisa hingga saat ini.
(faj)