WASHINGTON - Badai yang disertai tebalnya salju yang turun di wilayah Pesisir Timur Amerika Serikat (AS), menyebabkan terjadi pasokan listrik putus. Lebih dari 2,3 juta rumah dan pusat bisnis tidak dialiri listrik saat ini.
Kondisi ekstrem ini juga menyebabkan tiga orang warga tewas. Saat ini pihak pemerintah setempat berupaya keras untuk mengembalikan kembali aliran listrik.
Warga di wilayah pemukiman merupakan pihak yang paling parah menderita badai salju ini dengan pusat badai berada di Pennsylvannia. Sementara beberapa wilayah di New Jersey dan Massachussets ditutupi oleh salju yang mencapai 35 centimeter.
Sementara Central Park di New York juga ditutupi badai salju yang cukup parah. Salju yang turun dikabarkan mencapai 3,3 centimeter. Demikian diberitakan Guardian, Minggu (30/10/2011).
Putusnya pasokan listrik sendiri disebabkan oleh salju, es dan banyaknya pohon yang tumbang dari Mid-Atlantic hingga ke New England.
Hingga saat ini dapat dipastikan lebih dari 2,3 juta rumah dan pusat perbelanjaan tidak dapat menikmati listrik dan mereka terpaksa membawa bantuan dari wilayah tetangga untuk menghidupkan kembali aliran listrik.
Selain itu berdasarkan catatan, lebih dari 500 ribu warga di New Jersey, Connecticut dan Massachusetts saat ini tidak mendapatkan pasokan listrik. Ketiga wilayah negara bagian itu bahkan sudah menyatakan status mereka saat ini dalam kondisi darurat.
Badai salju ini diperkirakan akan terus memburuk dan melanda wilayah utara. Sementara kecepatan angin diprediksi akan mencapai 88 kilometer per jam, terutama di wilayah pantai.
Badai juga telah mengganggu arus transportasi di Pesisir Timur dan memaksa sekira 1.000 penerbangan ditunda pengoperasiannya. Sementara kereta komuter di Connecticut dan New York terpaksa ditunda karena adanya masalah sinyal dan pohon tumbang.
Warga saat ini diminta untuk melakukan perjalanan keluar. Sedangkan batas kecepatan saat ini diturunkan di wilayah jembatan yang menghubungkan New Jersey dan Pennsylvania.
(faj)