DUBLIN - Michael Higgins dipilih sebagai Presiden Irlandia yang baru untuk jangka waktu tujuh tahun ke depan. Menarik melihat Higgins, karena dirinya sebagai Presiden Irlandia yang amat anti dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Rakyat Irlandia mengenal Higgins sebagai sosok yang menentang perang di Irak. Dirinya pun menarik perhatian ketika memprotes kedatangan mantan Presiden AS Ronald Reagan pada 1987 silam. Higgins pun melakukan protes terhadap embargo laut yang diterapkan Israel di wilayah Gaza.
Presiden yang dikenal juga sebagai penyair ini, memang dipuja oleh rakyatnya. Namun, ada satu kelemahan dari Higgins, usianya saat ini sudah mencapai 70 tahun untuk masa jabatan tujuh tahun ke depan.
Bila menjadi Presiden Irlandia, Higgins tentunya tidak akan melanjutkan aktivitas militannya terhadap AS dan Israel paling secara publik. Dirinya pun dituntut untuk bertindak netral untuk urusan Palestina.
Hal ini amat disayangkan, karena semasa menjadi anggota parlemen Higgins selalu menentang Israel. Dirinya mengatakan, embargo yang dilakukan Israel terhadap Gaza adalah sebuah tindakan ilegal. Higgins juga mengecam pencaplokan wilayah Palestina oleh Israel usai Perang Enam Hari pada 1967 silam.
Pada dasarnya Higgins tidak menempatkan dirinya sebagai juru bicara dari kelompok Hamas. Baginya ada perbedaan dari istilah sayap militer dengan apa yang disebut dengan aksi militer.
Sebagai juru bicara masalah hubungan internasional Partai Buruh Irlandia, Higgins juga mengecam aksi perang AS di Irak. Dia menyebut perang tersebut sebagai upaya penghancuran warga sipil Irak. "George Bush, anda tidak diterima di Irlandi," ucap Higgins kepada Bush saat Perang Irak terjadi, seperti dikutip Israel Nation News, Selasa (8/11/2011).
Seorang AS yang tinggal di Irlandia George Hill mengatakan, Higgins adalah Presiden Irlandia yang amat anti-AS. Di mata Hill, sosok yang keras itu selalu berada di depan protes yang diarahkan kepada AS selama 30 tahun terakhir.
Di saat Higgins tidak disukai oleh beberapa Presiden AS, dia justru menjalin hubungan dengan beberapa musuh AS seperti Fidel Castro di Kuba. Dirinya juga menjadi pengagum berat dari Castro dan Presiden Nikaragua Daniel Ortega.
Salah satu hal yang memperlihatkan dukungannya kepada Palestina adalah pada saat kematian Yasser Arafat 2004 lalu. Dirinya turut serta dalam upacara peringatan untuk menghormati pemimpin Organisasi Palestina Merdeka (PLO) itu.
(faj)