Foto : Polisi Federal Meksiko (AP)
MEKSIKO - Aparat keamanan Meksiko seringkali melakukan pelanggaran HAM seperti halnya penyiksaan ataupun penculikan paksa dalam rangka perang anti-narkoba.
Human Right Watch melaporkan, kepolisian dan militer Meksiko terlibat dalam 170 kasus penyiksaan, 24 pembunuhan disengaja, dan 39 penculikan paksa. Tindakan ini dilakukan oleh aparat keamanan Meksiko sejak 2006 lalu.
"Perang anti-narkoba di Meksiko justru meningkatkan insiden pembunuhan, penyiksaan, dan tindakan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Meksiko justru tampak seperti wilayah tanpa hukum," ujar Direktur Human Right Watch Jose Miguel Vivanco, seperti dikutip Reuters, Kamis (10/11/2011).
Perang anti-narkoba dicetuskan oleh Presiden Meksiko Felipe Calderon saat dirinya naik ke kursi presiden. kebijakan itu dilaksanakan pada 2006 dan pada saat itu pula militer dikerahkan untuk menumpas para kartel. Alhasil, 45 ribu orang tewas dalam perang anti-narkoba itu, banyak di antaranya adalah warga sipil.
Calderon juga meningkatkan anggaran keamanan dan menambah jumlah kepolisan dari 6 ribu menjadi 35 ribu.
Meski demikian, kekerasan justru semakin meningkat di Meksiko, seiring dengan tewasnya puluhan ribu orang. Human Right Watch pun merilis laporan mengenai kasus kejahatan dalam perang anti-narkoba setebal 212 halaman, laporan itu berdasarkan informasi dari masyarakat dan wawancara dengan lebih dari 200 orang warga sipil serta pejabat Meksiko.(rhs)