Foto : UNESCO (wikimedia)
PARIS - Pemotongan dana yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (UNESCO), akan merepotkan program-program kemasyarakatan yang ada di Irak dan Afghanistan.
Program UNESCO di Irak antara lain untuk memberikan pelatihan di pengadilan Irak dan juga kantor berita Irak. UNESCO juga berperan untuk memberantas buta huruf, edukasi, dan pelatihan terhadap aparat keamanan di Afghanistan. Demikian seperti diberitakan New York Times, Kamis (17/11/2011).
Pada Oktober lalu, UNESCO menerima keanggotaan Palestina dan sikap UNESCO ini pun dikecam oleh AS dan juga Israel. AS akhirnya memotong bantuannya ke UNESCO sebagai respons atas penerimaan Palestina.
Direktur UNESCO Irina Bokova mengatakan, sulit bagi UNESCO untuk bertahan tanpa adanya kucuran dana dari AS.
Bokova juga mengatakan, Karena adanya pemotongan dana sebesar USD65 juta atau sekira 583 miliar, organisasi yang mendukung edukasi global dan kebebasan pers ini tidak bisa menjalankan programnya pada akhir tahun ini.
Untuk beberapa tahun ke depan, ketiadaan bantuan dana dari AS akan sangat menyulitkan UNESCO. Bokova pun menegaskan, organisasi ini akan mulai mengurangi beberapa program dan menekan pengeluaran.(rhs)