LONDON - Sebuah boneka yang diumpakan sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, dibakar oleh mahasiswa Inggris yang tengah belajar di Skotlandia. Insiden ini terjadi di kampus yang merupakan almater Pangeran William.
Insiden "bakar Obama" ini dilakukan oleh mahasiswa Partai Konservatif yang berada di Saint Andrew University. Sontak peristiwa ini menyulut permintaan maaf dari tokoh mahasiswa fungsionaris Partai Konservatis di kampus tersebut.
"Presiden Obama adalah sekutu penting dari Pemerintah Inggris. Hal ini ada perbuatan bodoh dan kami meminta maaf atas kejadian tersebut," ucap Presiden Assosiasi Konservatif St.Andrews Matthew Marshall seperti dikutip BBC, Rabu (23/11/2011).
Sedangkan mantan Ketua Partai Buruh St.Andrews James Mill menilai tindakan ini amat memalukan. Tetapi hingga kini pihak kampus tidak bisa menindak peristiwa ini, disebabkan pelaku pembakaran tidak dapat dilacak.
Mills sendiri pernah menjadi korban dari aksi serupa. Boneka dirinya pernah dibakar bersama dengan mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dan mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown.
"Tidak dapat dibayangkan ada aktivis mahasiswa dari partai politik besar, bersikap seperti ini," ujar Mills kepada BBC. "Amat menjijikan. Saya harap pihak Partai Konservatif dan perdana menteri (David Cameron) dapat menindak tegas perbuatan memalukan ini," imbuhnya.
"Seharusnya sebuah partai modern (seperti Partai Konservatif) dapat menghindari insiden pembakaran dari boneka Presiden AS kulit hitam pertama yang juga menjadi sekutu terdekat Inggris," jelas Mills.
Anggota parlemen dari Partai Buruh Skotlandia John Park menilai aksi pembakaran ini sangatlah ofensif dan sudah keterlaluan bila disebut sebagai sebuah lelucon.
"Membakar sebuah boneka yang diumpamakan sebagai Presiden AS kulit hitam pertama adalah sebuah tindakan ofensif. Tindakan ini benar-benar tidak menyenangkan," tukas Park.
(faj)