Ilustrasi : artuproar
GUADALAJARA - Sebanyak 26 jasad ditemukan di Kota Guadalajara, Meksiko. Jasad itu diduga merupakan jasad korban pembantaian dari perang antarkartel di Meksiko.
Kepolisian mengatakan, para korban itu diekseskusi di dua buah mobil van dan truk pickup yang diparkir di kota yang terkenal dengan minuman tequilla dan musik Spanyol.
Guadalajara merupakan kota yang dikhawatirkan menjadi target dari kartel Zetas yang terkenal akan kekejamannya. Kartel tersebut sering melakukan serangan ala gerilya terhadap kelompok kartel lainnya dan aparat keamanan. Mereka juga sudah pernah membantai para warga Guatemala dengan sadis.
"Tindakan biadab ini menunjukkan, perang antarkartel kian membrutal," ujar Wali Kota Guadalajara Jorge Aristoteles Sandoval, seperti dikutip Associated Press, Jumat (25/11/2011).
Pertempuran antarkartel di kota tersebut merupakan hal yang wajar. Selain Zetas, adapula kartel lain, yakni Sinaloa. Kelompok kartel ini juga dipimpin oleh seorang buronan.
Pada Rabu kemarin, perang antarkartel terjadi dan 23 orang tewas dalam insiden tersebut. Sebanyak 16 jasad korban yang tewas dibakar oleh kartel.
Perang anti-narkoba dicetuskan oleh Presiden Meksiko Felipe Calderon saat dirinya naik ke kursi presiden. Kebijakan itu dilaksanakan pada 2006 dan pada saat itu pula militer dikerahkan untuk menumpas para kartel. Alhasil, 45 ribu orang tewas dalam perang anti-narkoba itu, banyak di antaranya adalah warga sipil.(rhs)