RIYADH - Warga Arab Saudi pada umumnya amat menghormati keluarga Kerajaan Arab Saudi. Tetapi dengan berlangsungnya Revolusi Arab atau Arab Spring, pihak-pihak yang membenci keluarga kerajaan mulai muncul.
Salah satu contoh yang membuat heboh di Arab Saudi saat ini adalah sebuah grafiti atau lukisan dinding yang menulis hinaan terhadap keluarga kerajaan.
Grafiti itu jelas terlihat di wilayah timur Arab Saudi. Wilayah ini sebelumnya sempat dipenuhi kerusuhan antara warga dengan pihak keamanan.
"Keluarga Al-Saud (Raja Arab) harus bertanggung jawab atas darah dari para martir. Gubernur Mohammed bin Fadh bin Abdul Aziz harus turun dari kekuasaannya," ucap tulisan dari grafiti tersebut di Kota Qatib seperti dikutip AFP, Sabtu (26/11/2011).
Pasukan keamanan pun langsung disiapkan di pintu masuk Kota Qatib dan melakukan patroli. Langkah keamanan ini diambil setelah sepekan lalu terjadi kerusuhan yang menewaskan di kota yang sebagian besar adalah warga Muslim Syiah.
Posisi Muslim Syiah Arab Saudi memang kerap dianggap tertekan oleh warga Arab Saudi yang memang lebih banyak didominasi oleh warga Muslim Sunni.
Tetapi ulama setempat mendesak agar pihak berwenang untuk melakukan konsiliasi dengan komunitas mereka. "Pemerintah harus menghentikan sikap yang diskriminasi demi mengobati luka yang kami alami," ucap Syekh Hassan Saar.
Namun mufti Arab Saudi Syekh Abdul Aziz al-Sheikh menuduh insiden yang terjadi di Qatif adalah ulah dari kelompok kriminal yang menerima perintah dari pihak asing.
(faj)