Foto : Pimpinan oposisi Suriah Burhan Ghalioun (reuters)
WASHINGTON - Pimpinan Dewan Nasional Suriah (oposisi Suriah) Burhan Ghalioun siap untuk memutuskan hubungannya dengan Iran, Hizbullah, dan bahkan Hamas.
"Tidak akan ada hubungan dengan Iran. Pemutusan hubungan ini berarti menghentikan sebuah aliansi," ujar Ghalioun, seperti dikutip AFP, Jumat (2/12/2011).
Profesor berusia 66 tahun itu juga mendesak komunitas internasional agar meningkatkan dukungannya ke Dewan Nasional Suriah. Ghalioun bahkan mendesak agar diberlakukan zona larangan terbang di Suriah.
"Tujuan utama kami adalah mencari mekanisme untuk melindungi segenap warga sipil Suriah dan menghentikan mesin pembunuh," tambahnya.
Ghalioun beserta para oposisi Suriah yang lain berencana untuk menumbangkan kekuasaan Presiden Bashar al Assad di negaranya. Dirinya juga berkomitmen akan mengambil alih Dataran Tinggi Golan yang direbut Israel pada Perang 1967 lewat negosiasi.
Selain itu, oposisi Suriah juga akan memperbaiki hubungan dengan Lebanon yang sempat mengalami ketegangan.
Saat ini, Ghalioun dikabarkan berada di Prancis dan Prancis pun berniat untuk melindungi para warga Suriah yang berada di pengasingan. Meski demikian, Prancis juga tidak menyebutkan, mekanisme apa yang hendak dilakukannya untuk melindungi para oposisi Suriah tersebut.(rhs)