BRUSSELS - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, perang Rusia dan Georgia dapat kembali terulang bila Georgia bergabung dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Saat berbicara di depan konferensi NATO dan Rusia di Brussels, Belgia, Lavrov mengatakan, dirinya memperingatkan menteri luar negeri negara NATO agar tidak memasukkan Georgia ke dalam organisasi pertahanan tersebut, kecuali bila mereka ingin menyaksikan kembali perang Rusia dan Georgia.
Setelah Georgia berperang dengan Rusia pada 2008 lalu, Georgia tampak mengincar keanggotaan di NATO.
Okezone.com Vote Form : 540099
Pada Oktober lalu, Sekretaris Jendral (Sekjen) NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan, langkah Georgia untuk bergabung dengan NATO sudah dekat. Namun, Georgia masih harus mengimplementasikan reformasi.
"Reformasi akan menjadi tiket masuk bagi Georgia ke organisasi NATO," ujar Rasmussen, seperti dikutip
EPA, Jumat (9/12/2011).
Perang Georgia dan Rusia atau yang dikenal dengan Perang Ossetia Selatan terjadi pada 2008 lalu. Georgia melakukan penumpasan terhadap kelompok separatis di wilayah Ossetia, meski demikian, saat pasukan Georgia sampai di Ossetia Selatan, Georgia justru menghadapi Rusia.
Rusia yang melindungi Ossetia Selatan bahkan memukul mundur Georgia dan masuk ke wilayah negara tersebut. Intervensi yang dilakukan Rusia terhadap perang tersebut didasarkan karena banyaknya warga Rusia yang tinggal di Ossetia Selatan.
(rhs)