Foto : Pasukan Afghanistan (AP)
KABUL - Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan, Presiden Hamid Karzai akan menutup segala korporasi militer swasta yang ada di Afghanistan pada 2012 mendatang dan memberikan tanggung jawab keamanan secara penuh ke militer Afghanistan.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Sediq Sediqqi mengatakan, seluruh korporasi militer swasta akan dilarang untuk beroperasi pada 20 Maret 2012. Pada 2010 lalu, Karzai juga sudah memerintahkan para tentara bayaran itu agar meninggalkan Afghanistan karena mereka mencemooh hukum Afghanistan. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Senin (12/12/2011).
Sediqqi juga menampik adanya laporan yang menyebutkan bahwa Presiden Karzai hendak memberikan waktu tambahan untuk para korporasi militer swasta agar tetap beroperasi hingga 18 bulan ke depan.
Situasi keamanan di Afghanistan saat ini masih rentan. Pada pekan lalu, tepatnya pada saat perayaan Tragedi Karbala, 59 orang tewas akibat serangan bom di dua kota di Afghanistan.
Pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO) juga akan hengkang dari Afghanistan dalam waktu dekat ini. Banyak pihak pula yang menilai, kapabilitas militer Afghanistan masih kurang memadai untuk menghadapi serangan dan juga ancaman bagi keamanan nasional Afghanistan.(rhs)