Getting Time...

500 Eks Budak Seks Tuntut Kompensasi

Aulia Akbar
Rabu, 14 Desember 2011 15:16 wib
Foto : Mantan bdak seks Korsel (AFP)
Foto : Mantan bdak seks Korsel (AFP)
SEOUL - Para mantan budak seks Korea Selatan (Korsel) melakukan unjuk rasa yang ke 1.000 di depan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang hari ini. Mereka menuntut permintaan maaf dan kompensasi dari Negeri Sakura tersebut.

Pada era Perang Dunia II, perempuan Korsel dipaksa untuk menjadi budak seks bagi tentara Jepang. Sebanyak 500 perempuan tua itu juga tampak melontarkan kecamannya di tengah dinginnya cuaca di Korsel.

"Minta maaf! bayar kompensasi! dan akui kejahatan perang kalian!" ujar para perempuan tersebut, seperti dikutip AFP, Rabu (14/12/2011).

Beberapa orang demonstran juga memeluk patung gadis dengan pakaian tradisional Korea yang diibaratkan sebagai seorang budak seks.

"Gadis-gadis Korea dipaksa bekerja sebagai budak bagi tentara Jepang. Saya menuntut Duta Besar Jepang agar negaranya meminta maaf pada kami, sebelum kami semua wafat," ujar Kim Bok Dong, mantan budak seks yang saat ini berusia 85 tahun.

Mantan budak seks Korsel tertua wafat pada usianya yang ke 94 tahun pada bulan ini. Sementara itu yang ada pula yang wafat dengan usianya yang ke 87.

Peristiwa ini juga mendapat tanggapan yang cukup mengejutkan dari Korea Utara (Korut) yang merupakan rival Korsel. Korut melayangkan surat dukungannya terhadap para mantan budak seks Korsel.

Menurut sejarahwan, pada era Perang Dunia II, sekira 200 ribu perempuan dari Korea, China, Filipina, dan negara lainnya bekerja di rumah bordil Jepang. Jepang sebelumnya sudah meminta maaf atas kejahatan perempuan-perempuan Asia tersebut, namun Pemerintah Jepang menampik ada tuduhan bahwa mereka mendirikan rumah bordil.

Jepang juga menolak perundingan bilateral dengan Korsel terkait masalah tuntutan mantan budak seks tersebut.(rhs)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit