Foto : Personil Blacwater/Academi (AP)
WASHINGTON - Korporasi militer swasta yang cukup terkenal, Blackwater, memutuskan untuk mengganti nama perusahaannya untuk yang kedua kalinya. Pemilik perusahaan jasa keamanan itu juga berencana untuk menata ulang perusahaan yang dibelinya.
Blackwater akan menggunakan nama barunya "Academi." Pihak perusahaan mengakui, mereka terinspirasi dengan Akademi Plato pada abad pertengahan di Yunani yang dibangun untuk membentuk pasukan yang kuat, dan cerdas.
CEO perusahaan Ted Wright mengatakan, perubahan nama ini juga merefleksikan adanya perubahan dari struktur perusahaan yang dibelinya dari Erik Prince pada 2010.
"Kami saat ini merupakan perusahaan baru dengan pemilik dan direktur baru," ujar Wright, seperti dikutip Daily Mail, Rabu (14/12/2011).
Blackwater didirikan oleh Erik Prince pada 1997 silam di North Carolina. Prince konon kabarnya adalah seorang mantan pasukan Navy Amerika Serikat (AS) yang terkaya. Perusahaan Blackwater menawarkan jasa keamanan para pejabat tinggi di sebuah negara, selain itu mereka juga menyediakan jasa tentara bayaran bagi setiap pihak yang membutuhkan.
Blackwater terlibat dalam perang Irak dan mereka pun kerap melakukan pembunuhan terhadap warga sipil. Irak akhirnya melarang perusahaan ini beroperasi dinegaranya dan empat orang anggota Blackwater dihadapkan ke pengadilan atas kasus pembunuhan warga sipil itu.
Prince akhirnya mendapatkan kritik pedas atas sikapnya dan dirinya pun memutuskan untuk mengganti nama Blackwater menjadi Xe Service demi memulihkan nama baik perusahaannya.
Saat ini, Wright berharap, nama Academi akan memulihkan perusahaan kontraktor militer itu. Wright juga berencana akan meningkatkan peranan dari Academi dalam misi penjagaan keamanan di penjuru dunia.
Wright juga amat berharap para personil Academi bisa kembali ke Irak, meski AS akan menarik beribu-ribu pasukannya pada akhir Desember. Keinginan Wright untuk kembali ke Irak didasarkan karena peluang bisnis di Negeri Seribu Satu Malam sangat besar dan menjanjikan.(rhs)