Foto : Presiden Venezuela Hugo Chavez (centralmoinfo)
CARACAS - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengkritisi Venezuela yang memiliki kedekatan dengan Iran dan Kuba. AS juga tampak mengkritisi catatan HAM Venezuela. Venezuela pun membalas kritik itu dengan menyebut Obama seperti badut.
Obama mengkritik Pemerintah Venezuela terkait masalah HAM dan ancaman terhadap nilai-nilai demokrasi di Venezuela serta kedekatannya dengan negara-negara yang menjadi musuh AS. Obama juga menyinggung masalah perdagangan antara Iran dan Venezuela yang digolongkan sebagai perdagangan terlarang.
"Kami khawatir atas tindakan Pemerintah Venezuela yang membatasi hak asasi warganya, mengancam nilai-nilai demokrasi, dan gagal berkontribusi terhadap keamanan regional. Di Venezuela, kami juga sangat prihatin dengan minimnya kebebasan pers. Kami ingin sekali melihat adanya pemilihan umum yang bebas dan adil di seluruh negara," ujar Obama, seperti dikutip Associted Press, Selasa (20/12/2011).
"Di Amerika, kami selalu melihat Iran dan Venezuela. Kami pun akan selalu mengawasi mereka dengan cermat," tambahnya.
Kritik dari Obama langsung direspons oleh Presiden Venezuela Hugo Chavez. Chavez menyebut obama seoertu badut. Dirinya juga mengingatkan Presiden AS berkulit hitam itu agar tidak mencampuri urusan domestik Venezuela.
"Pak Obama muncul dan menyerang kami, namun, pernyataan Obama bukanlah sesuatu yang luar biasa bagi kami. Uruslah masalahmu Obama, berfokuslah untuk mengurus negara Anda yang saat ini sudah Anda porak-porandakan," ujar Chavez.
Chavez juga menuding AS mengganggu urusan domestik Venezuela dan bahkan ingin menggulingkan Chavez.
Obama dan Chavez sempat bersalaman pada 2009 lalu dalam sebuah pertemuan internasional, meski demikian, hubungan kedua negara ini masih dingin. Kedutaan Besar AS di Caracas juga tidak diisi oleh seorang Duta Besar sejak Juli 2010. Chavez juga menolak keberadaan calon utusan AS untuk Venezuela Larry Palmer.(rhs)