- Dua kereta Mass Rapid Transportation (MRT) di Singapura dikabarkan tertahan di dalam terowongan selama 20 menit. Sekira 800 penumpang terlantar dalam kejadian ini.
Para penumpang yang terlantar ini termasuk dalam 3.000 penumpang lain yang terimbas penundaan jadwal keberangkatan MRT, setelah lima hari terakhir operasi MRT terus mengalami gangguan. Gangguan terjadi pada jalur kereta antara Outram menuju Stasiun HarbourFront.
Menurut Wakil Direktur SBS Transit Tammy Tan, tertahannya kereta berlangsung saat sinyal kendali tiba-tiba saja berubah.
SBS yang menjadi operator kereta ini, mengatakan perubahan sinyal itu menyebabkan dua kereta berhenti sebagai bagian dari sistem keamanan yang sudah didesain otomatis.
Selama 20 menit para teknisi bekerja keras untuk memperbaiki sistem. Sementara para staf SBS juga memberikan bantuan kepada penumpang yang terpengaruh kejadian ini. Demikian diberitakan The Straits Times, Rabu (21/12/2011).
Kejadian ini menambah panjang laporan gangguan yang berlangsung terhadap kereta MRT tersebut. Selain gangguan, tampak beberapa MRT dipenuhi oleh para penumpang. Hal ini disebabkan terlalu lamanya jarak antara satu kereta dengan yang lainnya.
Padahal, frekuensi kedatangan MRT seharusnya lebih cepat dari lima menit. Lambatnya kedatangan kereta ini, menyebabkan terjadinya tumpukan penumpang di beberapa stasiun.