TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengecam Presiden Palestina Mahmoud Abbas, terkait pertemuan Abbas dengan seorang perempuan Palestina yang ditahan terkait pembunuhan seorang remaja Israel.
Perempuan itu sendiri sudah dibebaskan, bersamaan dengan perjanjian pertukaran tahanan Palestina dan Israel beberapa bulan lalu. Sebelum dibebaskan, perempuan ini tengah menjalani hukuman penjara seumur hidup.
Radio Israel melaporkan bahwa Abbas bertemu Amna Muna secara pribadi dalam kunjungannya ke Turki. Pertemuan tersebut dilakukan setelah sebelumnya Abbas mengadakan pertemuan dengan sekelompok tahanan Palestina yang dideportasi ke Turki setelah pembebasan mereka.
"Ini mengejutkan! melihat orang yang mengklaim ke seluruh dunia bahwa dirinya ingin melakukan perdamaian dengan Israel, ternyata bertemu dengan seorang pembunuh," demikian tanggapan dari kantor PM Israel terkait pertemuan tersebut seperti dikutip Trend, Kamis (22/12/2011).
Sementara itu Presiden Mahmoud Abbas memuji para tahanan untuk tetap teguh ketika berada dalam penjara Israel. Dia juga memberi penjelasan terkait perkembangan terbaru di Palestina kepada para tahanan.
Terkait peristiwa ini Israel mempertanyakan kembali komitmen Palestina untuk mengakhiri konflik kedua kedua negara. Sebelumnya Israel dan Palestina telah sepakat untuk melakukan pertukaran tawanan.
Israel meminta Palestina untuk membebaskan seorang tentara Israel yang diculik pada tahun 2006 Gilad Schalit. Sebagai imbalan bagi pembebasan Shalit, Israel setuju untuk membebaskan 1.027 tahanan Palestina, sekira 400 dari mereka diketahui tengah menjalani masa hukuman yang panjang.
(faj)