Getting Time...

Irak Tunda Penutupan Penampungan Pengungsi Iran

Fajar Nugraha
Kamis, 22 Desember 2011 10:44 wib
Protes mendukung Kamp Ashraf (Foto: AFP)
Protes mendukung Kamp Ashraf (Foto: AFP)
BAGHDAD - Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki mengatakan, bahwa pemerintah Irak telah setuju untuk memperpanjang batas waktu keberadaan pengungsi Iran yang ada di Kamp penampungan Ashraf, Irak.

Kamp Ashraf, yang merupakan rumah bagi sekira 3.400 pengungsi Iran awalnya telah dijadwalkan untuk ditutup bulan April lalu. Kamp ini dihuni oleh kelompok Mujahidin Iran yang diklaim Amerika Serikat (AS) sebagai kelompok teroris.

"Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon telah meminta untuk menunda penutupan kamp Ashraf dan kami setuju," ujar PM Maliki seperti dikutip AFP Kamis, (22/12/2011).

Lebih lanjut Nuri al-Maliki menjelaskan, awalnya ia tidak dapat mengubah keputusan untuk menutup kamp Ashraf pada awal bulan ini. Namun penolakan Mujahidin Rakyat Iran untuk bertemu dengan perwakilan PBB telah menghambat proses ini.

Tetapi pernyataan PM Irak tersebut dibantah oleh kelompok Mujahidin Rakyat Iran. Mereka mengatakan, pemimpin Mujahidin Rakyat Iran siap untuk mengunjungi Baghdad dan mengatur pembicaraan serta pelaksanaan yang disebutnya resolusi damai Ashraf.

Mujahidin rakyat Iran awalnya mendapat dukungan dari Saddam Husein untuk mendirikan Kamp Ashraf di Irak ketika terjadi perang Irak-Iran pada 1980-an.

Namun ketika Saddam Husein digulingkan melalui invasi AS, kamp Ashraf berada dibawah perlindungan militer AS. Kini kamp berada sepenuhnya di bawah pengawasan otoritas Baghdad. 

Kamp Ashraf kembali mendapat sorotan setelah pasukan keamanan Irak menggerebek tempat tersebut dan menewaskan sekira 34 orang dan puluhan lainnya luka-luka pada April lalu. 
(faj)
TWITTER »
twit